Tidak terasa sudah beberapa bulan sejak Sussy, Rayhana dan aku terpilih
sebagai dewan Komisi Wanita Muslimah di Peru (Comision de Mujeres Musulmanas en Peru). Jujur, kami belum berbuat
banyak tetapi kami mencoba untuk tetap menjalankan tugas yang diamanahkan
kepada kami untuk kepentingan saudari-saudari muslimah Peru.
Allah SWT
mengetahui setiap tantangan yang harus kami hadapi dan setiap hal-hal yang
sebenarnya sepele tapi kadang berubah menjadi hal besar. Tetapi, alhamdulillah,
kami telah lalui itu semua dan kami tetap siap untuk melanjutkan tugas kami di
komisi.
Selama
beberapa bulan terlibat dalam sebagai anggota dewan, ada beberapa hal yang
ingin aku sampaikan, terutama kepada sesama muslimah Peru.
Aku berasal
dari sebuah negara di mana muslim merupakan mayoritas. Jadi, aku dengan mudah dapat
mengatakan bahwa sangat mudah bagi para muslim/ah Indonesia untuk mempraktikkan
Islam. Masjid berada hampir di setiap sudut kota. Wanita-wanita berkerudung
menikmati kebebasannya untuk bekerja dan belajar tanpa menarik banyak perhatian
karena cara berpakaiannya. Anak-anak kami dapat belajar untuk membaca Al -Quran
di banyak tempat. Kesimpulannya, muslim/ah Indonesia lebih beruntung
dibandingkan kalian.
Sussy bersama dengan anak-anak di kelas pertama kami
Di sini, di
Peru, kita harus berjuang. Muslim/ah di Peru harus berjuang untuk dapat
menyeimbangkan identitas antara sebagai seorang warga negara Peru dan sebagai
seorang muslim/ah. Hal tersebut merupakan sebuah tantangan dan kadang-kadang
(mungkin), kalian, saudaraku, merasa kehilangan arah.
Oleh karena
itu, adalah suatu keharusan untuk memiliki sebuah komunitas Islam yang lebih
kuat yang dapat menjadi rumah kita di mana setiap orang dapat disambut.
Komunitas
seperti ini BUKAN merupakan sebuah hadiah, kita harus berjuang untuk mendapatkannya.
Untuk berpartisipasi dalam perjuangan ini, kita harus membuka pikiran kita dan
meletakkan komunitas Islam yang kuat sebagai sebuah prioritas, sebuah tujuan. Benar
bahwa kita memiliki perbedaan, tetapi perbedaan tersebut tidak merupakan alasan
yang memisahkan kita.
Kalian,
saudari muslimah Peru, pasti akan mengatakan “Ika, sebaiknya kamu diam saja,
kamu orang asing yang akan kembali ke negaramu dan akan melupakan semuanya !”.
Betul, aku akan kembali ke Indonesia, tetapi satu hal yang ingin aku tekankan
di sini bahwa ketika aku kembali nanti, aku ingin melihat kalian (terutama para
muslimah) berubah menjadi komunitas yang lebih kuat.
Insya Allah,
dengan pertolongan Allah dan bantuan kalian, Dewan Komisi akan dapat menyumbangkan
sesuatu. Apa yang kami upayakan memang bukan merupakan sebuah karya besar
seperti Machu Picchu. Tetapi, bahkan untuk membangun Machu Picchu, sekelompok
orang harus memulai prosesnya dengan hal yang sederhana, atau dengan kata lain memulai
dengan “langkah-langkah kecil”, contohnya adalah meletakkan batu-batu pertama.
Begitulah,
kami sedang bekerja untuk meletakkan batu-batu pertama itu dan kami dengan
tangan terbuka mengundang kalian, saudari muslimah Peru, untuk meletakkan
batu-batu lain bersama kami.
Demi
kemajuan Islam di Peru dan demi Peru yang kalian cintai !
*Terjemahan dari Vamos
a poner piedras juntas !


